You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Joho
Joho

Kec. Pamotan, Kab. Rembang, Provinsi Jawa Tengah

Ini contoh teks berjalan. Isi dengan tulisan yang menampilkan suatu ciri atau kegiatan penting di desa anda.

GULA JOHO: MANISNYA RASA, BUKAN SEKEDAR GULA

muhammadun 28 Juli 2025 Dibaca 431 Kali
GULA JOHO: MANISNYA RASA, BUKAN SEKEDAR GULA

Desa Joho di Kecamatan Pamotan tidak hanya dikenal karena hamparan sawahnya atau angin sejuk yang berembus pelan di pagi hari. Di balik kesederhanaannya, desa ini menyimpan kisah menarik dari tungku-tungku tradisional yang setiap harinya mengepulkan asap, membawa aroma manis yang khas — aroma dari proses pengolahan gula tebu yang jarang diketahui orang.

Banyak yang mengira gula ini sama seperti gula merah dari nira aren yang biasa digunakan untuk membuat kolak, jenang, atau jajanan pasar. Namun, gula dari Joho ini berbeda. Ia berasal dari tebu, bukan aren, dan bukan pula untuk memaniskan makanan manis seperti yang umum dikenal. Justru, perannya jauh lebih tersembunyi namun penting — sebagai bahan campuran dalam pembuatan kecap dan saos.

Gula ini memiliki warna cokelat yang kuat, tekstur yang khas, dan aroma yang cocok untuk memperkaya rasa. Tapi jangan coba mencampurnya ke dalam kolak — rasa manisnya justru bisa hilang saat dimasak kembali bersama santan dan gula lainnya. Di sinilah keunikan gula Joho: bukan untuk dinikmati secara langsung, melainkan untuk memperkuat rasa produk lain.

Usaha ini bukan dikelola oleh kelompok besar atau pabrik, melainkan oleh warga yang dengan tekun menjalankannya secara mandiri. Dari pagi hingga siang hari, mereka memeras tebu, merebus sarinya selama tiga jam, mencampur sedikit gamping untuk menyesuaikan warna, ketika sudah dingin sari tebu yang sudah matang di letakkan ke dalam besek.

Setelah dikemas, gula-gula ini tidak menetap di Joho. Ia akan berpindah tangan, dikumpulkan di Kudus, dan kemudian dikirim jauh hingga ke Tangerang, tempat pusat distribusinya berada. Bahkan bahan tebu terbaik pun sering kali didatangkan dari Rembang, daerah yang terkenal dengan rendeman (hasil perasan) tebunya yang tinggi.

Dalam sehari, jika produksi berjalan lancar, hasilnya bisa mencapai satu ton. Harga jualnya pun bervariasi, tergantung kualitas, berkisar antara Rp9.000 hingga Rp9.200 per kilogram.

Sisa-sisa dari proses ini, seperti ampas tebu, juga tidak dibiarkan sia-sia. Limbah itu dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk pengelolaan sari tebu, satu batang limbah tebu hampir tak ada yang terbuang.

Begitulah Desa Joho menjaga warisan rasa dari generasi ke generasi. Bukan rasa manis biasa, tetapi rasa yang menjadi bagian penting dari banyak makanan favorit kita. Tanpa banyak yang tahu, gula Joho diam-diam memberi rasa pada saos dan kecap yang hadir di setiap meja makan.

 

Penulis : Masiswa KKN Kelompok 3 Desa Joho

Editor : Siti Amanah

Kabar Rembang